Labil

Kamu adalah lelaki yang tadinya aku cintai dan hari demi hari dan berjalannya waktu yang begitu cepat berlalu dan rasa sayang, cinta itu sed...

Kamu adalah lelaki yang tadinya aku cintai dan hari demi hari dan berjalannya waktu yang begitu cepat berlalu dan rasa sayang, cinta itu sedikit demi sedikit mulai memudar. Karena adanya sikap kamu yang tidak aku sukai dan membuat aku ilfeel olehmu. Selalu mencari ide yang tepat untuk mengakhiri hubungan dengannya karena tidak tahan melihat sikapnya yang begitu labil dan aneh menurut aku. Tidak ada perasaan kecewa saat waktu itu aku memilihmu untuk menjadi seorang teman dekat di hidup aku bisa di bilang pacar. Tapi nyatanya dia bukan orang yang tepat bagiku, karena dia selalu ingin mendapatkan seseorang yang lebih cantik, kaya, gelar yang bagus dimatanya. Lalu aku gimana? Tidak apa-apa aku akan mundur kalau keinginan dia sangat tinggi untuk memiliki wanita.

Sudah aku tinggalkan dia pada saat itu, tidak ada lagi saling menghubungi dan mengucapkan selamat pagi agak sedikit rutin juga sih aku membaca pesan yang sama tiap pagi dari dia. Tapi pada suatu waktu pernah aku berpikir secara serius bahwa aku tidak pernah mencintainya menerimanya saja agak terpaksa karena kasihan juga sebenarnya. Mungkin aku tega berperilaku terhadapnya tapi apa boleh buat :D
Dan yang paling penting aku dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi sekarang karena sudah mengakhiri sejak lama dan tidak ada rasa sakit hati sedikitpun dan keluar air mata sedikitpun berpisah bersama dia. Hmm, apa aku emang benar gak mencintai dia dengan tulus?

8 bulan kemudian...

Dia kembali hadir dalam kehidupan aku, aku udah merasa senang tidak ada dia lagi dalam kehidupanku. Tapi kenapa dia harus datang lagi saat au sedang menikmati hidup secara berbeda. Orang itu emang benar-benar labil, dia datang memintaku untuk menjadi pacarnya kembali tidak peduli dengan statusku yang kalah dengan dia. Tapi hati berkata lain, aku basa-basi paling basi terlebih dahulu sebelum langsung menolaknya, dan pada akhirnya aku menolak dia. Wajahnya penuh dengan kekecewan saat mendengar jawaban yang simpel keluar dari mulut aku, agak sedikit iba melihat wajahnya yang sangat nggak banget dengan menunggu jawaban yang dia harapkan tapi jawaban dia tidak sesuai yang dia pikirkan dan di harapkan.

Aku tidak mau mengulang masa lalu dan kesalahan yang sama pada orang yang juga. Karena aku tahu di perlakukan seperti itu sakitnya tuh disini :'D makanya aku tidak mau menerima dia kembali sebagai teman dekatku lagi. Menjalani suatu hubungan dengan dia lebih banyak jenihnya ketimbang happynya. Karena itu orang kakunya emang bener-bener kaku banget, culun pokoknya nggak banget deh jauh dari kriteria yang aku mau wkwk (becanda).

So, dan akhirnya aku memilih sendiri dan tidak menjalani hubungan dengan laki-laki manapun, sebab untuk saat ini aku lebih nyaman hidup seperti ini ketimbang pacaran. Pacaran itu ribet, ia ribet harus minta izin ini itu dulu lah, nggak boleh main sama ini itu lah bisa di bilang posesif kali itu.
Ini bukan cerita sungguhan dalam hidupku ini hanya sebuah cerita yang aku buat sendiri yang ada dalam pikiran aku saja ko guys hehehe.

You Might Also Like

16 komentar

  1. labil dan membingungkan mbak...lebih baik diteliti dulu, karena lelaki yang menjau dan lari dari kita adalah ingin yang lebih dan kalau kembali lagi hanya untuk persinggahan sementar perlu juga dilupakan...saya juga seorang lelaki, tapi kalau masalah perempuan saya hormat karena ingat kata-kata ibu saya, bahwa perempuan itu adalah pondasi semangat untuk berjalan...kalau hilang...lelaki akan tersesat dalam pemikirnnya sendiri....makanya saya gak banyak pacar...dan istri juga cuma satu...itu aja gak habis-habis ya mbak....heeeeee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan jangan sampai mbah itu mempunyai wanita lain, karena kalau laki-laki memiliki wanita lagi sakitnya tuh disini mbah :D

      Hapus
  2. Kenapa ga coba bikin cerpen atau novel mbak :)
    Ada bakat loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengen sih mbak tapi harus mempersipakan hal-hal lainnya :)

      Hapus
  3. xixiixi.... Teh Wida nuju Galau nya :D

    BalasHapus
  4. Sifat labilnya mungkin bisa menjadi kelemahan cwo mba, Tapi kan setiap pasangan harus bisa menerima apa adanya/menutupi kelemahannya. kalo 8 bulan kemudian kembali lagi, kemungkin do'i emang sedang menunggu mba wida. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi setelah 8 bulan rasa sayang itu hilang mas :P

      Hapus
  5. edunnn kejem mantan sendiri disebut culun haha sadisss hahaha #Ketawa jahat :V

    BalasHapus
    Balasan
    1. Culun tapi anehnya pernah cinta wkwk

      Hapus
    2. nahh itu dia yang buat saya bingung :v sejelek jelek nya mantan mbak tetep aja jelek haha

      Hapus
  6. kanyaknya ini pengalamn sendiri deh :) iya jangan sampai kamu mengulang kesalahan 2 x dengan menerima dia kembali :)

    BalasHapus
  7. Gue kirain beneran... udah bela-belain ikutan sedih juga di pertengahan cerita. tapi kayak pengalaman pribadi loh.

    BalasHapus
  8. jiahh kirain cerita beneran, tapi baguslah cerita lelaki labilnya :D

    BalasHapus