Belajar Mengikhlaskan :')

Mungkin ini cara Tuhan buatku yang akan menjadikan aku pribadi yang dewasa dengan memberiku berbagai macam cobaan dari A-Z. Dan sekarang aku...

Mungkin ini cara Tuhan buatku yang akan menjadikan aku pribadi yang dewasa dengan memberiku berbagai macam cobaan dari A-Z. Dan sekarang aku harus bisa menyikapinya dengan baik dan bersikap sabar. Karena Tuhan sekarang-sekarang ini lagi sayang sama aku, makanya Tuhan memberi aku cobaan seperti ini.


Aku manusia biasa yang tidak sempurna, untuk itu Tuhan meciptakan manusia lainnya (laki-laki) agar saling melengkapi satu sama lain yang dikatakan jodoh. Membicarakan soal jodoh, jodoh aku masih terlihat transfaran banget. Aku nggak tahu siapa jodoh aku sebenarnya nanti untuk di masa depan ketika berada di sebuah pelaminan.

Ketika ada seseorang yang ingin berkenalan dengan aku dan ingin menjalin sebuah hubungan yang serius untuk kedepannya nanti, siapa yang gak mau coba, berkenalan dengan seseorang yang tahu-tahunya bisa menjadi jodoh aku untuk selamanya.

Tapi, berpikir lagi. Kalau ada seseorang yang ingin mengenal diri orang lain harus siap menerima apa adanya tanpa melihat masa lalunya yang seperti apa. Memang manusia masing-masing memiliki masa lalu dan bermacam masa lalu, ada yang indah atau sebaliknya.

Masa lalu adalah bukan suatu alasan untuk membuat orang itu menjadi berubah atau meinggalkannya begitu saja. Yang terpenting seseorang itu sudah mau berubah dan ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Untuk itu, cobalah untuk menerima kekurangan orang lain apa salah seseorang mempunyai kekuarangan? Dan kekurangan itu akan menjadi sempurna ketika menemukan orang yang tepat dan bisa saling melengkapi dirinya masing-masing.

Mempunyai rasa kecewa boleh saja dan aku paham. Tapi kalau berlarut-larut dalam rasa kekecewaan bagaimana orang itu akan menemukan yang terbaik kalau diri sendirinya belum bisa menerima kekurangan orang lain.

Dan kenapa tidak menjalain suatu hubungan yang serius dengan orang yang jauh dari kata 'sempurna' yang akan membuatmu bahagia. Woy, namanya juga manusia pasti gak akan ada yang sempurna lah!!! Tapi kalau memang seseoarang itu mempunyai keyakinan yang kuat dan mempunyai pilihan lain, dari situ harus belajar menerima dan mengikhlaskan berarti itu bukan jodohnya.

Silahkan cari seseorang yang sempurna dan kalau sudah menemukannya aku ikhlas tapi kalau sebaliknya seseorang itu tidak menemukan yang sempurna dari situ seseorang itu harus bisa menerima kekurangan orang lain. Lalu apalagi yang dia cari kalau yang sederhana dan jauh dari kata sempurna itu sudah membuat dia bahagia dan merasa sudah nyaman..?

:')

You Might Also Like

40 komentar

  1. masa lalu biarlah masa lalu jenreng jenreng :v
    hahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. tarrriiiik masssss..... :D

      Hapus
    2. Tepuk gendangnya kaaaang \=D/

      Hapus
    3. Jangan joged aja, geol aja deh

      Hapus
  2. masa depan yg cerah kadang berawal dri masa lalu yg suram ... :)

    BalasHapus
  3. Dari kekurangan justru jd bisa saling mengisi, kalo udah begitu mudah2an ga ada perasaan kesel di hati :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengennya gitu, tapi agak sulit menghadapi orang yang perpeksionis x_x

      Hapus
  4. waduh..sini sama saya aja kalau enggak. biar saya jumpai terus orang tuanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah berani berhadapan sama orang tuanya? wkwk

      Hapus
  5. sampe bulan jadi dua juga ga akan ada manusia sempurna di jaman sekarang. ke laut aje yang nyari pasangan sempurna mah kituh. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengen banget ngomong kek gitu sama orangnya tapi eh sayangnya malah ngumpet di kolong semut hahaha

      Hapus
  6. Betul.. Ikhlas itu jalan terbaik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa aja ikhlas kalau orangnya ga keras kepala :D

      Hapus
  7. Iya tuh, kak. Lebih baik ikhlasin aja. Karena kalau semakin disesali, pasti bakalan larut dalam kesedihan. Toh, hidup itu kayak buku. Ada bab-nya sendiri. Mungkin yang satu ini belum tepat atau belum jodoh. Hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maybe. Syukur-syukur nemuin orang yang lebih baik dari itu orang #HOPE

      Hapus
  8. Gak mungkin ada yang sempurna yang sempurna itu cuma Alloh Subhanawata'ala. Berdoa saja semoga dapet yang terbaik. Kadang manusia hanya tahu apa yang dinginkannya tanpa melihat baik buruknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tau cuma Alloh doang sempurna, amin-amin.

      Hapus
  9. intinya Legowo

    http://goo.gl/JWbHjz

    BalasHapus
  10. sederhana bukan berarti tidak sempurna lho.
    justru kesempurnaan itu ada pada pribadi yang bersahaja.

    BalasHapus
  11. Tidak ada manusia yg sempurna, yg ada menerima apa adanya, yg penting bahagia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asik, mudah-mudahan bahagia selamanya *ting*

      Hapus
  12. Well, masa lalu dan mengikhlaskan. Paham banget bagaimana rasanya. Tetep semangat ya. Yang terbaik bukan yang datang tergesa-gesa, kok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi jangan terlambat juga xixixi

      Hapus
  13. Kalau uda ikhlas sebenar mudah. Tapi kalau ikhlasnya setengah2, ujung2nya penyesalan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa coba harus ada penyesalan di dunia ini :D ampun dah

      Hapus
  14. Fiuhhh, bahas masa lalu, emang butuh hal yang menguatkan kita menjadi orang2 yang akan lebih baik dari masa lalu.

    Tapi gue percaya, bahwa apa yang telah kita lewati, akan menjadi pengalaman yang berharga.

    Salam kenal, baru mampir. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan gue juga percaya itu, dan masa lalu emang harus dijadikan pelajaran :)

      Hapus
  15. karena belajar butuhlah waktu~

    BalasHapus
  16. mantan bukan pahlawan yang harus dikenang..

    BalasHapus
  17. Sempurna milik Tuhan semata, kita manusia lebih lagi dengan pasangan juga tidak sempurna dan sama-sama sedang belajar saling menyempurnakan. Iya gak sih? Hehehe. Mengikhlaskan itu sikap yang harus banget di jempolin, enggak semua bisa juga, tapi pengalaman aku, saat aku ikhlas rasanya plong, habis itu dikasih yang jauh lebih baik :D

    BalasHapus
  18. Lupakan masa lalu dan mulai songsong hidup baru... Josss.. Hihihi..

    BalasHapus